May 27, 2009 by hariyogi
Semalam sebelum tidur istri saya berpesan agar Wawan tidak boleh nakal sama teman. Meskipun teman itu memukul, istri saya bilang, lebih baik memaafkan daripada membalas. Tapi Wawan bingung, kakak-kakak, juga om dan tante di tayangan TV mengajarkan berbeda. Mereka kok boleh memukul temannya sendiri, mereka juga nggak dilarang oleh ibunya menjahati temannya sendiri bahkan dengan bentuk kejahatan yang tidak pernah Wawan lihat di lingkungan tempat tinggal Wawan
Sore hari sebelum malam itu, Wawan ditegur istri saya karena membentak Iqna (temen bermaijn Wawan) gara-gara Iqna merebut mainan Wawan. Iqna langsung nangis dan lari. Kata istri saya, “Wawan, kalau ngomong nggak boleh keras-keras gitu, apalagi membentak. Rasulullah tidak pernah mengajarkan ummatnya seperti itu.” Wawan tidak tahu mana yang harus didengar, karena sinetron dan film-film di TV justru penuh dengan kata-kata kasar, keras, kotor, seronok dan kata-kata yang tidak pernah wawan dengar sekalipun di rumah.
Pagi hari sesaat sebelum mandi, lagi-lagi istri saya menasihati Wawan sewaktu Wawan berlari ke luar rumah dengan hanya mengenakan baju tidur dan bagian bawah hanya tinggal (maaf) celana dalam saja. “Nggak boleh keluar rumah dengan pakaian seperti itu, malu tuh auratnya kemana-mana”. Aneh juga omongan ibu itu, kok tante-tante di TV nggak pernah ada yang ngomelin meski puser dan auratnya ditonton banyak orang?
Saya sendiri pernah kaget waktu anak saya Wawan menunjukkan kebolehan Wawan bergoyang seperti tante-tante penyanyi dangdut. Sayai bilang, “Wawan, Ayah nggak mau lihat Wawan seperti itu lagi”. wawan balik bilang ke Saya, kalau Wawan nggak boleh, kenapa tante di TV itu boleh?
Gara-gara banyak tayangan misteri, sampai sekarang Wawan masih takut kalau ke kamar mandi sendirian malam-malam. Setiap malam kalau mau pipis, Wawan pasti minta antar sama istri saya. Bahkan kalau lagi ‘e‘e pun Saya harus nungguin di depan pintu kamar mandi sampai Wawan selesai. Saya bilang, makhluk gaib seperti setan itu memang ada tapi Wawan nggak perlu takut. Tapi, kenapa orang-orang di TV itu banyak yang ketakutan?
Wawan sering lihat om dan tante di TV berpelukan dan ciuman. Kata Saya, ciuman dan berpelukan hanya boleh dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah menikah. Berarti om dan tante yang di TV itu sudah menikah semuanya ya?
Selepas isya Wawan setel TV, belum apa-apa Saya sudah bilang, “Jangan tonton yang itu, itu mengajarkan kekerasan”. Pindah ke saluran yang lain, giliran Istri saya yang bersuara, “ Ganti yang lain nak, yang itu mengajarkan permusuhan”. Begitu banyak saluran TV, dan begitu banyak pula acara yang ditayangkan, herannya, sebegitu banyak juga yang tidak boleh Wawan tonton. Jadi, tontonan yang mana yang boleh buat Wawan?
Ahkasihan anakku…
Yogix
Wassalam
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
